Category Archives: Editorial

Kontroversi Ceramah Paus Benediktus XVI

Fakta dibalik Berita

Tulisan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk membela Paus Benediktus XVI terkait pemberitaan akhir-akhir ini tentang pernyataan beliau yang katanya kontroversial tentang Islam dan jihad. Tulisan ini juga tidak untuk membela otoritas Vatikan ataupun Gereja Katolik. Maksud dari tulisan ini sebenarnya sederhana, ingin mengajak publik Indonesia untuk berpikir sehat dan kritis dalam menarik kesimpulan dan kemudian menyikapi suatu berita.
Also posted in Miscellaneous | Tagged , , , |
Mengenang Seluruh Korban Teror

Terrorisme dan Komunikasi Kemanusiaan

Lima tahun sudah berlalu sejak hari Selasa kelabu tanggal 11 September 2001, namun ingatan publik tentang insiden berdarah yang terjadi masih sangat kental. Sejak saat itu konsep “terorisme” mulai merasuki pasar secara kodian dan diobral sebagai sebuah komoditas yang mengerikan. Masyarakat dunia pada saat itu seakan-akan baru sadar bahwa terorisme merupakan ancaman nyata dalam kehidupan sehari-hari di abad ke-21.
Also posted in Business & Society | Tagged , |
Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya

Selamat Ulang Tahun Bangsaku!

Pekan ini Indonesia kembali berulang tahun. Setidaknya ada dua hal yang lazim dilakukan pada saat ulang tahun: berpesta-pora mengundang kerabat serta handai taulan, atau mengambil waktu untuk merenung melihat ke belakang supaya langkah ke depan lebih mantap. Keduanya tidak harus bertentangan satu sama lain, bahkan dalam konteks kebangsaan jika dikemas dengan baik keduanya adalah sangat penting.
Also posted in Indonesia | Tagged , |
- Marinus Riwu, Dominggus da Silva, Fabianus Tibo

Tahun ini Merah-Putih Berkibar Bernoda Darah

---Hingga pertengahan September 2006 masih belum ada kejelasan tentang eksekusi Tibo cs., mereka sedianya dieksekusi pada 12 Agustus 2006. Tulisan ini ditulis pada tanggal 11 Agustus 2006.---
Di ufuk peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan ke-61, bendera merah-putih akan ternoda darah anak bangsanya sendiri. Berbeda dengan pengalaman sejarah penuh patriotisme membela Sang Saka, kali ini pemerintah pengusung merah-putih lah yang justru membunuh warganya: Marinus Riwu, Dominggus da Silva, dan Fabianus Tibo. Ketiga terpidana mati kasus Poso tersebut (akan) diekseskusi pada 12 Agustus 2006.
Also posted in Indonesia | Tagged , , , , , |
Hukuman Mati di Indonesia

Sebuah Kekeliruan Mortal

Sistem hukum Indonesia pun masih mengakui keabsahan hukuman mati, dan juga masih melaksanakan eksekusi dengan regu tembak. Tulisan ini akan mencoba menunjukkan betapa keadaan status quo adalah suatu kekeliruan yang sangat berbahaya dan tidak ada lagi argumen signifikan untuk mempertahankannya, baik secara umum apalagi secara khusus dalam konteks sistem hukum Indonesia. Rasa keadilan bagi korban seharusnya cukup dipuaskan dengan proses hukum yang adil, pembuktian yang sah, dan hukuman setimpal (seumur hidup misalnya). Rasa dendam? Bukanlah tugas negara untuk memuaskan rasa dendam.
Also posted in Indonesia | Tagged , , , |

Memilih Sekolah di Luar Negeri beserta Tanggung Jawabnya

Perlu dicamkan bersama bahwa tidak semua institusi pendidikan di luar negeri (negara maju sekalipun) memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang pendidikan domestik –tidak sedikit bahkan yang justru lebih rendah. Inilah mengapa ketelitian dalam memilih sekolah di luar negeri sangat penting dan tidak bisa dipilih dengan isapan jempol belaka. Jangan sampai terjadi hanya semata karena dis-informasi atau mis-informasi, putra-putri bangsa ini mubazir merantau.
Also posted in Indonesia, Youth | Tagged , , , , |
Kronis

Bangsa Indonesia Kini Bangsa Pengeluh?!

Sebetulnya bukan sesuatu yang baru jika kita menjumpai saudara sebangsa –atau bahkan mungkin kita sendiri– merasa minder atau inferior jika berhadapan dengan bangsa asing. Entah itu berhadapan tatap muka, diplomasi politik, atau bahkan antar tatanan sosial. Sering pula kita dengar atau baca sitiran saudara sebangsa betapa corat-marut nya Indonesia ini, bahkan tak ayal sampai terlepas dari proporsi dan kian merendahkan bangsa sendiri sambil mengagungkan bangsa lain.
Also posted in Indonesia |
  • Featured Editorials

    Ordinary People, Extraordinary Resilience

    A Documentary Shows Political Maturity of Indonesian Grassroots Several international friends have asked the question, how come Indonesia managed a relatively peaceful transition of power over the years? Even following the 1997-98 regime change that involved some dark violent episodes, the country quickly re-established order and peace. Why is that despite the bitter political fights [...]

    A Democracy Can Overcome Extremism

    The closing of houses of worship, assault on an orphanage and stabbing of a religious leader all happened in front of our eyes and under full media coverage. We cannot say that we did not see this coming. As a democratic society, the blame rests with us. The government that has done little to prevent such acts — even possibly provoking hostility toward a certain group in some instances — is, like it or not, a democratically elected one.

    Seandainya Saya Penulis Pidato Presiden RI …

    Tulisan pidato ini adalah fiktif belaka yang diandaikan sebagai pidato Presiden RI. Dalam andaian itu, pidato ini dibacakan untuk menjawab keresahan masyarakat yang memilihnya untuk menjadi Presiden atas tindak kekerasan yang terjadi menjelang bulan suci Ramadhan dan peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tindak kekerasan diluar hukum sebagai wujud intoleransi seharusnya tidak memiliki tempat di negara yang serius menerapkan Pancasila. Pidato ini bukanlah serta merta sebuah kritik, tetapi lebih merupakan pengharapan–pengharapan bahwa 65 tahun adalah umur yang cukup bagi sebuah Negara dan Bangsa untuk mulai beranjak dewasa; dan juga pengharapan bahwa seorang pemimpin yang terpilih secara demokratis dapat pula menegakkan asas-asas demokrasi yang fundamental, termasuk melawan dengan tegas mereka yang berusaha merusak tatanan demokrasi.

    The Strategic Case of Climate Change for Indonesia

    It is critical to frame the issue of climate change as a problem to the population. It should not be seen only as a problem to the environment, since it also poses grave challenges to social and economic development. Planet Earth has been in existence for more than four billion years and has gone through solar storms, meteor impacts and several ice ages. Several dozens of high-grade hurricanes and meters of rising sea level will not jeopardize the planet as much as it will demolish the people living on it.The window of opportunity for Indonesia to embed climate change considerations into its development plan and muster international support to undertake a low carbon development is still open – but not for long.

  • Profile

    Michael wearing BatikBackground information of the person behind the writings on this website is available here. Curriculum vitae and the list of activities are separated in different sections although a small part intertwines. As additional material and to answer some queries, the explanation of the perplexed names is available as well. Continue reading...