Category Archives: Business & Society

Cross-Cultural Management

Komunikasi dan Manajemen Lintas Budaya

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika memiliki dua elemen yaitu perbedaan dan kesatuan. Jangan kita menafikan perbedaan dengan hidup dalam ilusi bahwa terdapat satu budaya Indonesia, tetapi let’s cherish and manage the differences. Rule of thumb setiap kali kita berinteraksi dengan budaya-budaya yang berbeda adalah: it’s not right, it’s not wrong, it’s just different.
Also posted in Miscellaneous | Tagged , , |
Corporate Social Responsibility

Bukan Amal, Bukan Bonus!

Jangan sampai kita terus menerus terjebak dan terbolak balik di negara ini dimana kerusakan yang diakibatkan operasi sebuah perusahaan pertambangan malah ditanggung Negara sementara tanggung jawab negara menyejahterakan rakyat malah dilimpahkan kepada perusahaan. Hendaknya baik pejabat pemerintah dan aktor swasta memahami betul peran dan tanggung jawab masing-masing secara profesional. Sah-sah saja tokoh bisnis menjadi negarawan karena setiap warga Negara memiliki hak politik yang setara. Tapi mari kita pahami perbedaan kewajiban setiap elemen untuk mencegah distorsi tanggung jawab.
Also posted in Editorial | Tagged , , |
Masyarakat dalam Negara Lucu

Komunikasi Substansial vs. Komunikasi Sensasional

Sebagai penutup kisah komedi ini, hal lucu terakhir adalah meskipun masyarakat dan media disana sering sekali menunjuk jari kepada “yang salah” tapi sebenarnya kalau mau dicari siapa yang salah sebenarnya salah siapa? Kelucuan-kelucuan ini bagi orang lain mungkin memang benar-benar lucu. Sayang, kita tidak bisa ikut tertawa lepas karena saya dan Anda tahu negara dan masyarakat lucu itu negara dan masyarakatnya siapa.
Also posted in Indonesia | Tagged , |

Indonesia dalam Komunikasi Global

Demokrasi di Indonesia pun sangat patut dikomunikasikan lebih intensif dan proaktif oleh kita sendiri. Setelah pemilu tahun 2004, majalah The Economist menurunkan berita tentang pemilu Indonesia yang berlangsung relatif damai sebagai berita utama. Harian International Herald Tribune di bulan November 2006 ini pun menyebut Indonesia sebagai contoh demokrasi raksasa di Asia Tenggara, apalagi setelah kudeta militer di Thailand. Pada era orde baru kita sering dikritik habis-habisan tentang pelaksanaan demokrasi – tapi kini setelah semuanya jauh lebih demokratis, berita dan kesadaran tentang perbaikan demokrasi seakan-akan tenggelam di tengah berbagai masalah lainnya.
Also posted in Indonesia | Tagged , , , |
Miskonsepsi Kepahlawanan

Pahlawan dan Sejarah pun Butuh Humas!

Apakah ini berarti bangsa kita lebih menghargai perjuangan kekerasan daripada perjuangan intelektual? Semoga saja tidak. Keduanya jelas sangat penting dalam perjuangan pembentukan bangsa dan negara, tapi sudah saatnya kita masyarakatkan bahwa kemerdekaan kita dan usaha para pahlawan tidak melulu bersimpah darah melainkan juga sederetan perjuangan intelektual dan diplomasi.
Also posted in Indonesia | Tagged , , |
Reputasi Hukum

Antara Masyarakat dan Penegak Hukum

Pasca gerakan reformasi, banyak pihak berharap supremasi hukum dapat ditegakkan dengan alat-alat hukumnya yang berfungsi sebagaimana mestinya, tidak lagi basa-basi semasa orde baru. Sayangnya, institusi-institusi penegak hukum di negara ini sampai sekarang masih belum memiliki reputasi yang sungguh-sungguh berwibawa, dihormati, dan disegani. Padahal reputasi semacam itu adalah salah satu prasyarat untuk mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Kehadiran polisi di jalan raya masih sering dilecehkan, otoritas jaksa kerap diacuhkan, dan vonis hakim tidak jarang diragukan.
Also posted in Indonesia | Tagged , , |
Roaring Asia

The (Un)Sustainability of Growth

At a glance, significant economic indicators of Asian countries may seem to lead them to prosperous states. The medium and long term question is then whether the growth socially and environmentally sustainable? Welfare is more than just dollars or yuans; it is also about the human and the nature – two elements that are not reaping much benefit from the vast growth in Asia . Concerns on ever-widening economic and social gap lurk in as well as environmental degradation.
Posted in Business & Society | Tagged , , , , |
  • Featured Editorials

    Ordinary People, Extraordinary Resilience

    A Documentary Shows Political Maturity of Indonesian Grassroots Several international friends have asked the question, how come Indonesia managed a relatively peaceful transition of power over the years? Even following the 1997-98 regime change that involved some dark violent episodes, the country quickly re-established order and peace. Why is that despite the bitter political fights [...]

    A Democracy Can Overcome Extremism

    The closing of houses of worship, assault on an orphanage and stabbing of a religious leader all happened in front of our eyes and under full media coverage. We cannot say that we did not see this coming. As a democratic society, the blame rests with us. The government that has done little to prevent such acts — even possibly provoking hostility toward a certain group in some instances — is, like it or not, a democratically elected one.

    Seandainya Saya Penulis Pidato Presiden RI …

    Tulisan pidato ini adalah fiktif belaka yang diandaikan sebagai pidato Presiden RI. Dalam andaian itu, pidato ini dibacakan untuk menjawab keresahan masyarakat yang memilihnya untuk menjadi Presiden atas tindak kekerasan yang terjadi menjelang bulan suci Ramadhan dan peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tindak kekerasan diluar hukum sebagai wujud intoleransi seharusnya tidak memiliki tempat di negara yang serius menerapkan Pancasila. Pidato ini bukanlah serta merta sebuah kritik, tetapi lebih merupakan pengharapan–pengharapan bahwa 65 tahun adalah umur yang cukup bagi sebuah Negara dan Bangsa untuk mulai beranjak dewasa; dan juga pengharapan bahwa seorang pemimpin yang terpilih secara demokratis dapat pula menegakkan asas-asas demokrasi yang fundamental, termasuk melawan dengan tegas mereka yang berusaha merusak tatanan demokrasi.

    The Strategic Case of Climate Change for Indonesia

    It is critical to frame the issue of climate change as a problem to the population. It should not be seen only as a problem to the environment, since it also poses grave challenges to social and economic development. Planet Earth has been in existence for more than four billion years and has gone through solar storms, meteor impacts and several ice ages. Several dozens of high-grade hurricanes and meters of rising sea level will not jeopardize the planet as much as it will demolish the people living on it.The window of opportunity for Indonesia to embed climate change considerations into its development plan and muster international support to undertake a low carbon development is still open – but not for long.

  • Profile

    Michael wearing BatikBackground information of the person behind the writings on this website is available here. Curriculum vitae and the list of activities are separated in different sections although a small part intertwines. As additional material and to answer some queries, the explanation of the perplexed names is available as well. Continue reading...